Halo, Kak Falla!Surat yang diikutkan dalam
rangka #30HariMenulisSuratCinta ini saya tujukan untuk Kak Falla Adinda,
berhubung hari ini adalah hari Selasa, di mana surat yang ditulis bertemakan
khusus bagi seorang selebtwit.
Semoga hari ini, kebahagiaan memeluk erat kak
Falla beserta kak Juno. Oh iya, saya salah satu followers yang mengikuti
linimasa kak Falla. Entah kenapa, dari awal saya membaca novel “Heart Emergency”
milik kakak hingga mengikuti linimasanya, saya jatuh cinta. Twit-twit punya
kakak terkesan ringan namun terkadang tidak sempat terpikir oleh orang-orang
diluar sana. Cocok sekali bagi orang yang mengatakan bahwa kak Falla ini adalah
sosok perempuan cerdas. Seorang istri, seorang dokter, seorang anak perempuan
yang begitu peka dengan keadaan sekitar. Bahkan dengan keadaan jepitan rambut
kecil maupun eyeliner dan kawan-kawan *digetok teteh*
Selain mengikuti linimasa milik kakak, saya
juga rutin mengunjungi blog milikmu, Kak. Saya senang membaca setiap cerita
yang kakak posting di sana. Sepertinya, kakak benar-benar menulis dari hati. Kak,
ada salah satu tulisan di blog kakak yang benar-benar saya sukai. Hingga saya
sempat meng-copy nya hari itu.
Mungkin, jika tak salah ingat, tulisan itu berjudul “Kepada Kau yang Kucintai
dari Jauh.”
Tulisan itu sempat membuat saya meneteskan air
masa saat kali pertama membacanya. Saya menyukai setiap kalimatnya. Sederhana namun
apik dibaca. Dan kakak tahu? Sejak hari itu, saya mulai rajin menulis. Menulis apa
saja, mulai dari apa yang sedang saya rasakan hingga akhirnya pelan-pelan
menjalar ke bagian karya fiksi. Saya belajar menuliskan sesuatu seperti yang
biasanya kak Falla buat. Sesederhana mungkin namun akan ada “sesuatu” yang
membekas saat kita telah selesai membacanya. Akan ada yang bisa orang lain
ingat walaupun hanya sekali mereka baca. Bahagia bukan, Kak?
Hampir lupa, saya ijin untuk menaruh tulisan
kakak tersebut di blog saya, yah? Tidak apa-apa kan, Kak? ^^
Selain tulisan yang satu itu, saya juga sangat
senang membaca cerita-cerita sewaktu kak Falla ingin menikah dengan kak Juno. Tidak
jarang, saya tersenyum sendiri saat membaca cerita tersebut. Menurut saya,
cerita cinta kak Falla patut diancungi jempol. Mulai dari saat-saat kak Falla
jatuh cinta, patah hati, menemukan cinta kembali, patah hati lagi, hingga
akhirnya bertemu dan memutuskan untuk hidup bersama sang suami saat ini. Duh, saya sepertinya iri terus-menerus
jika membicarakan tentang kisah cinta kak Falla. Saya rasa, bukan hanya saya
sendiri yang merasa iri, tapi perempuan-perempuan lain di luar sana juga ikut
merasakan hal tersebut. Dan menurut saya, itu hal yang wajar. Bukankah setiap
perempuan mendamba kisah cinta yang berujung bahagia?
Apa lagi yah yang membuat saya kagum dengan kak
Falla? Mm…mungkin karena kak Falla begitu
menyayangi ayah dan ibunya. Karena kak Falla memiliki sesuatu yang tidak semua
orang berkesempatan akan hal tersebut; keluarga. Iya, membaca cerita-cerita kak
Falla, saya bisa menyimpulkan bahwa kak Falla memiliki keluarga yang bahagia. Yang
mengelilinginya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Saya berdoa semoga
keluarga kak Falla selalu diberi kesehatan hingga bisa terus berkumpul dan
bahagia bersama.
Aduh, Kak, sudah dulu yah, saya sudah bingung
mau menulis tentang apa lagi. Sebenarnya banyak, tapi kok saya mendadak nervous yah? *ngunyah Kinder Bueno*
*nawarin Teh Falla*


0 komentar:
Posting Komentar