Selamat
pagi! Sudah bangun? Sudah sarapan? Sarapan apa hari ini? Saya sarapan roti
pakai selai coklat loh tapi tetap
sambil menanggung kangen yang seberat-beratnya. Kamu tidak kangen? Tidak
apa-apa J
Hai,
apa kabar hari ini? Saya kangen. Duh mudah-mudahan
kamu tidak bosan mendengar kata kangen yang terlontar dari bibir saya yah. Tahu tidak? Sewaktu bangun tadi,
saya mencium bau parfum milikmu. Baunya mengikuti ke mana saja saya pergi.
Keluar kamar, ke dapur, ke depan TV, hingga ke kamar mandi. Tunggu, biar
kutanyakan, itu sengaja kamu kirim yah supaya
rasa kangenku sedikit bisa terobati? Kalau iya, terima kasih, Sayang.
Andai
di mana-mana ada kamu yang terselip, mungkin di situ juga ada kangen yang akan
kamu bawa pulang ke rumah. Tetapi sayangnya, kamu tidak seperti butiran debu
yang bisa terselip di mana saja. Hingga akhirnya, kamu tak pernah tahu betapa
tidak enaknya menjadi saya yang sibuk sendiri menanggung beban dari rasa kangen
ini.
Kata
teman, kangen itu kalau setiap beberapa menit sekali, kamu akan kembali menegok
handphone hanya untuk mengecek apa ada pesan singkat dari kamu.
Kata
teman, kangen itu seperti kebiasaan meminum kopi di pagi hari. Bila tidak
dilakukan, seperti ada yang kurang. Pun seperti kangen, bila tak bertemu, maka
tak pernah berarti.
Kata
teman, kangen itu kalau kamu selalu menyediakan waktu barang semenit untuk
meng-stalker akun Twitter miliknya.
Hanya untuk tahu sudah nge-tweet apa saja dia hari ini.
Kata
teman, kangen itu seperti mendengar lagu galau. Selalu ada pikiran tentangmu di
setiap bait lagu.
Kata
teman, ah sudahlah tak usah
diteruskan. Nanti kangennya semakin menjadi-jadi.
Oh
iya, surat ini sengaja saya tulis untuk rasa kangen yang bertebaran di
mana-mana. Di dalam kamar, di dalam lemari buku, di dalam secangkir kopi, di
atas meja rias, dan ternyata saya baru sadar bahwa semua bagian dalam rumah
diselimuti oleh kabut kangen tak berkesudahan.
Semoga
dengan menulis surat ini, saya sejenak melupakan bagaimana rasanya kangen
denganmu. Karena sungguh, ketika menulis surat ini, saya sedang diburu oleh
rasa kangen.
Kalau
kamu kangen balik, tolong kirim pesan singkat yah!
Kalau
kamu kangen balik, mention atau DM saya yah!
Dan
kalau kamu kangen sekali, tolong telepon saya barang lima menit saja.
Salam
kangen bertubi-tubi


0 komentar:
Posting Komentar