Kamis, 06 Februari 2014

Untuk Rasa Kangen yang Bertebaran Di mana-mana

Diposting oleh Ratu Nur Faradhibah di Kamis, Februari 06, 2014
Selamat pagi! Sudah bangun? Sudah sarapan? Sarapan apa hari ini? Saya sarapan roti pakai selai coklat loh tapi tetap sambil menanggung kangen yang seberat-beratnya. Kamu tidak kangen? Tidak apa-apa J
Hai, apa kabar hari ini? Saya kangen. Duh mudah-mudahan kamu tidak bosan mendengar kata kangen yang terlontar dari bibir saya yah. Tahu tidak? Sewaktu bangun tadi, saya mencium bau parfum milikmu. Baunya mengikuti ke mana saja saya pergi. Keluar kamar, ke dapur, ke depan TV, hingga ke kamar mandi. Tunggu, biar kutanyakan, itu sengaja kamu kirim yah supaya rasa kangenku sedikit bisa terobati? Kalau iya, terima kasih, Sayang.
Andai di mana-mana ada kamu yang terselip, mungkin di situ juga ada kangen yang akan kamu bawa pulang ke rumah. Tetapi sayangnya, kamu tidak seperti butiran debu yang bisa terselip di mana saja. Hingga akhirnya, kamu tak pernah tahu betapa tidak enaknya menjadi saya yang sibuk sendiri menanggung beban dari rasa kangen ini.
Kata teman, kangen itu kalau setiap beberapa menit sekali, kamu akan kembali menegok handphone hanya untuk mengecek apa ada pesan singkat dari kamu.
Kata teman, kangen itu seperti kebiasaan meminum kopi di pagi hari. Bila tidak dilakukan, seperti ada yang kurang. Pun seperti kangen, bila tak bertemu, maka tak pernah berarti.
Kata teman, kangen itu kalau kamu selalu menyediakan waktu barang semenit untuk meng-stalker akun Twitter miliknya. Hanya untuk tahu sudah nge-tweet apa saja dia hari ini.
Kata teman, kangen itu seperti mendengar lagu galau. Selalu ada pikiran tentangmu di setiap bait lagu.
Kata teman, ah sudahlah tak usah diteruskan. Nanti kangennya semakin menjadi-jadi.
Oh iya, surat ini sengaja saya tulis untuk rasa kangen yang bertebaran di mana-mana. Di dalam kamar, di dalam lemari buku, di dalam secangkir kopi, di atas meja rias, dan ternyata saya baru sadar bahwa semua bagian dalam rumah diselimuti oleh kabut kangen tak berkesudahan.
Semoga dengan menulis surat ini, saya sejenak melupakan bagaimana rasanya kangen denganmu. Karena sungguh, ketika menulis surat ini, saya sedang diburu oleh rasa kangen.
Kalau kamu kangen balik, tolong kirim pesan singkat yah!
Kalau kamu kangen balik, mention atau DM saya yah!
Dan kalau kamu kangen sekali, tolong telepon saya barang lima menit saja.




Salam kangen bertubi-tubi

0 komentar:

Posting Komentar

 

Ratu Faradhibah Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei